Nama
E-mail
Alamat
Komentar

Kode Verifikasi
                
SMPN 2 PENAJAM PASER UTARA       Alamat: Jl. Negara KM 35 Tengin Baru, Kecamatan Sepaku Kode Pos 76148
My Link
Aplikasi Dapodik
Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Agenda
26 May 2019
M
S
S
R
K
J
S
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
Statistik
:: Kontak Admin ::

Server SMPN 2 PPU

Arti Sahabat

Tanggal : 22-02-2014 07:04, dibaca 1962 kali.

Diwaktu pagi hari tepat di taman sekolah berkumpul beberapa anak yang menjalin persahabatan yang sangat erat. Mereka adalah Shela, Kevin, Loly, Ryan, Indah. Mereka sedang bercanda tawa dan membicarakan kehidupan mereka masing-masing. “Ehk, papaku bentar lagi mau pulang lohh dari Australia”, pamer Shela “mana oleh-olehnya ?” singgung Indah “aku mau baju, tas, jam, sama sepatu yaa J” lanjut Loly. “hahaha, gila aja kamu” kata Ryan “tenang aja,, ntar aku bilagin kebokapku kok” jawab Shela.

Saat sedang asik bercerita tiba-tiba bel masuk pun berbunyi “Krriinggg !!!”. “kebakaran-kebakaran!” canda Kevin “itu lonceng bahh” kata Shela. “aku masuk kelas dulu ya, pelajaran kimia nihh nanti kalo telat takut dihukum, Bye!” ucap Indah yang berlari kekelasnya. Teman-teman yang lain pun ikut berjalan kekelas mereka masing-masing.

Selang waktu yang cukup lama, akhirnya bel pulang sekolah pun berbunyi. Tidak luput dari kebiasaan mereka, mereka pun berkumpul diparkiran sekolah. “ehk, Indah aku ada pr kimia loh, bantuin aku nah” mohon Loly kepada Indah. “ oke, ketemuan di café biasa ya jam 7 malam” jawab Indah “ceritanya gak ngajak-ngajak nih ?” sindir Ryan. Datanglah Shela dan Kevin sambil berpegangan tangan menuju teman-teman mereka. “pada ngomongin apa sih?” kepo Shela “ahh, mau tau aja” “oh jadi gitu ya sekarang, oke fine -_- “ terus Shela “apaan sihh ini? Kok malah berantem? Kata teman? Jangan berantem donk” lerai Ryan sambil tersenyum “ehemm, yang belain? Jadi pahlawan kesiangan nie yee ” singgung Indah mencolek Loly “nanti kita mau ke café biasa jam 7 malam, ikutkah ?” sambung Ryan menanya kepada Shela dan Kevin. “iyyo mesti toh ;)” jawab Kevin sambil merangkul Shela. “cie cie” sorak mereka “yang tadi datang udah pegangan tangan sekarang dirangkul lagi, aduh-duh” sambung Indah.

Waktupun berlalu hingga jam tepat menunjukkan pukul 19.00. mereka pun segera berangkat menuju café, ternyaa disana sudah ada Ryan dan Shela yang sedang asik bercerita. Datanglah teman-teman yang lain “ehm ehm, ngapain tuh ? -_-“ singgung Loly “Hahaha, ada yang cemburu nie yee” sindir Indah kepada Loly. “ahh apain sih, ayokk sudah kia ngerjain tugas! Dari pada ngurusin orang pacaran L” Jawab Loly sambil menarik Indah dan Ryan kemeja makan. Loly pun tidak ada tersenyum sedikit pun kepada Rian. Hingga semua tugas slesai mereka pun pulang, dan disitu Loly pun masih saja tidak menegur Ryan. Ketika semua teman Loly pulang, tiba-tiba ketika Loly ingin melangkahkan kakinya ada tangan yang menggenggamnnya sangat erat, seakan-akan orang itu tidak ingin Loly pergi. Ternyata setelah Loly menengok kebelakang orang yang menggenggam erat tangannya itu adalah Ryan. Sungguh terkejutnya Loly. “Maafkan aku yaa” kata Ryan memohon kepada Loly, “Loh kamu salah apa?” jawab Loly dengan jutek, “Maaf, tadi aku sama Shela gak ada hubungan apa-apa kok L” ucap Ryan, “Terus hubungannya sama aku apa? Gak penting banget buat aku tau -_-“ ucap Loly membentak Ryan. Ryan pun terus membujuk Loly agar memaafkannya. Tetapi sebaliknya, Loly yang bersikukuh tidak ingin memaafkan Ryan. “Pertemanan kita mungkin cukup hanya sampai sini !” bentak Loly yang melapaskan genggaman Ryan dan lari keluar.

Sesampainya dirumah, Loly memberi tahukan Indah kejadian di cafe tadi, Indah sangat terkejut mendengar cerita Loly. “hahh!! Serius kamu Lol bilang kayak gitu ke Ryan?” Tanya Indah “iyya Ndah, aku serius, sakitt hati aku L” jawab Loly kepada Indah. Loly pun berlinangan air mata, ia tidak ingin persahabatan yang telah lama berjalan ini hancur begitu saja, tetapi kata-kata Loly pun tidak bisa ditarik kembali dan tidak akan membalikan keadaan. “terus disekolah nanti kita gimana Lol?” Indah kembali bertanya kepada Loly, “ya seperti biasanya, tetapi aku akan menepati perkataanku, aku tidak akan menegur Ryan” Jawab Loly sambil menangis. “tapi Lol -,- anak-anak yang lain gimana? Mereka tidak tau masalah ini? “ ucap Indah “tolong yaa Ndah kamu jangan kasih tau yang lainnya, aku gak pengen mereka tau. Jujur Ndah, gw itu sayangsama Ryan, lebih dari sebatas sahabat. Gimana ya Ndah ?” curhat Loly, “aku juga gak tau Lol -,- saranku sih kamu ngomong baik-baik kemereka supaya gak ada salah paham” nasehat Indah, “iya Ndah,  tapi gak sekarang, tunggu waktu yang tepat aja J” perkataan Loly yang menegarkan hatinya dan menghapus semua air matanya. “yaudah ya Ndah aku mau sholat habis itu tidur, mikumm” salam Loly yang menutup telfon Indah.

Keesokan harinya,, seperti biasa Loly  dan teman-teman yang lain berangkat sekolah bersama. Dan pagi itu giliran rumah Loly yang menjadi tempat berkumpul. Loly pun begitu gelisah, ia tidak ingin bertemu dengan Ryan, tetapi ia juga tidak ingin dianggap egois sama teman-teman yang lain. Akhirnya teman-teman Loly berdatangan, tetapi hingga pukul 07.15 Ryan belum juga datang, mereka dengan terpaksa berangkat sekolah tanpa adanya Ryan.

Setibanya disekolah tenyata Ryan tidak sekolah, “Ryan kemana ya?” Tanya Kevin, “mungkin dia sakit” jawab Shela, “kamu tau dari mana Shel? Perhatian banget sama Ryan L” ucap Kevin. Indah pun hanya tersenyum menahan tawa melihat Shela dan Kevin berdebat, sementata Loly hanya termenung dan memikirkan “ada apa dengan Ryan? Apakah dia baik-baik saja? Atau masalah semalem yang membuat Ryan tidak masuk sekolah?  L” ucap Loly dalam hati. Tanpa Loly sadari ternyata air matanya kembali menetes, dan teman-teman Loly memerhatikannya “hahahaahaha” tawa teman-teman Loly. Loly pun baru sadar dan menghapus air matanya. “kenapa kamu Lol?” Tanya Shela “gakpapaK” jawab Loly yang tidak bisa berkata apa-apa lagi.

Ketika mereka sedang bercerita, tiba-tiba datanglah Anas teman sekelas Ryan yang membawa kabar menyedihkan “woyy! Udah pada tau belum?” ucap Anas dengan tergesa-gesa “tau apa Nas?” Tanya Indah yang penasaran “Ryan masuk rumah sakit, katanya sih dia jatuh dari motor. Kalian belum tau?” jawab Anas yang kembali bertanya “kita belum ada yang tau Nas, makasih ya infonya” kata Kevin “Hahh!!” kejut Loly “Lohh kamu kenapa Lol?” Tanya Kevin. Ketika Loly ingin menjawab tiba-tiba bel masuk pun berbunyi. Loly pun bergegas lari kekelas, Indah pun hanya tersenyum kembali, sementara Shela dan Kevin merasa ada keganjalan didalam diri Loly. Mereka pun ingin mencari tau.

Saat istirahat tiba, Kevin dan Shela menanyakan hal tersebut kepada Loly “Lol, kamu ada apa sihh? Kok aneh gitu belakangan ini?” Tanya Shela, dan Loly menjawab “itu bukan urusanmu!!”. Loly yang selalu ingin menghindar tetapi ada Kevin yang selalu menghalang-halanginya, sementara Indah sedang berada dikantin. Loly pun sangat begitu ketakutan. “cerita coba Lol! Siapa tau kita bisa bantu kamu” puji Kevin, “itu tidak penting! Aku tidak papa. Aku keperpustakaan dulu ya” kata Loly yang selalu saja mengelak. Shela pun mencegah dengan menggenggam erat tangan Loly “tunggu!” ucap  Shela “apakah ini ada hubugannya dengan kejadian semalem di cafe?” lanjut Shela. Tetapi Loly langsung melepaskan genggaman Shela dan berlari ke perpustakaan tanpa mengucapkan satu kata pun yang terlontar dari bibirnya.

Hingga waktu pulang pun telah tiba, dan belum ada kata damai bagi mereka. Indah sebagai pihak yang berada ditengah-tengah dari mereka merasakan kebingungan. Pada malam hari ketika ia sedang belajar tiba-tiba hapenya berbunyi dan ternyata panggillan itu dari Shela. “askumm, Indah?” sapaan Shela “kumsalam, ada apa Shel?” Tanya Indah yang merasakan ada sesuatu. “aku mau Tanya boleh gak Ndah?” ungkap Shela menggunakan nada yang sangat pelan “Tanya apa Ndah? Silahkan” kata Indah yang semakin penasaran. “aku Cuma mau Tanya Ndah, ada apasih dengan Loly? Kok dia beda gitu belakangan ini? Apa ini ada hubungannya sama aku yaa?” Tanya Shela panjang lebar “aku juga gak tau Shel mungkin dia lelah” jawab Indah sambil bercanda “Aku seriusan Ndah” ucap Shela dengan nada cemberut “Aku ga tau shel,sudah dulu yaa aku mau tidur capee. Assalamua’allaikum”  ucap Indah menghindar, dan menutup telfonnya.

Keesokan harinya, Kevin mengajak teman-temannya untuk menjenguk Ryan. Akan tetapi Loly beralasan kalau dia sedang ada pekerjaan tugas. “haduh, sorry banget guys, aku gak bisa ikut banyak tugas dirumah. Nyokap and Bokap lagi gak ada dirumah, jadi aku disuruh beres-beres rumah. Sorry banget ya” ucap Loly, “tumben kamu beres-beres Lol? Kan ada mbok! Kamu ikut aja” jawab Shela melarang Loly. Perdebatanpun terjadi antara mereka. “woyy!! Stop!” lerai Indah memisahkan Loly dengan Shela, “udah Loly ikut, Shela diem, jam 4 kita berangkat. No coment!” lanjut Indah. “hemm K” jawab Loly dengan Shela bersamaan.

Waktupun berlalu, dan akhirnya jam 4 pun telah tiba. Mereka berkumpul dirumah Indah, karena rumah Indah yang dekat dengan rumah sakit tempat Ryan dirawat. Mereka akhirnya berkumpul, walau Loly dating sedikit telat. Shela pun menanyainya “dari mana aja kamu? Lama amat dandan mu!”. Emosi Loly mulai naik, tetapi ia tidak menghiraukannya. Akkhirnya mereka berangkat kerumah sakit dengan waktu 5 menit mereka telah tiba disana.

Diruangan Ryan situasi berbeda. Hanya Kevin dan Indah yang menegur dan mengajaknya mengobrol. Semenara Loly dan Shela hanya diam, hingga Ryan pun berkata kepada Loly “kamu kenapa? Masih marah sama aku?” sambil menggenggam tangan Loly. “buat apa kamu peduli?” jawab Loly sambil melepaskan genggaman  Ryan dan berlari keluar. Ryan yang berusaha mengejarnya tiba-tiba dihalangi oleh Shela “istirahat saja” ujar Shela. “ada apa dengan Shela?” tutur Indah dan Kevin dalam hati. Akhirnya Indah pun mengambil keputusan dan ia segera lari mengejar Loly. Setelah Loly ditemukannya entah kenapa Loly sedang menangis ditaman rumah sakit.

Didalam ruangan Ryan terus berusaha untuk mengejar Loly, hingga Kevin pun bertindak tegas kepada Shela “biarkan dia mengejar cintanya” ujar Kevin yang begitu tegas dan menahan sakit hatinya. Shela pun perlahan membiarkan Ryan untuk mengajar Loly. Dan didalam ruangan hanya ada Kevin dan Shela “aku boleh jujur gak?” ucap kevin gugup, “jujur apa? Ngomong aja kali. Kan kita teman” jawab Shela dengan tersenyum sementara Kevin yang sedang berkaca-kaca. “aku sayank sama kamu. Aku sakit melihat mu dengan Ryan, rasa ini sama seperi rasa Loly ke Ryan, aku bisa membaca dari sifat Loly, dan aku rasa kamu juga sayank sama Ryan, tetapi Ryan justru sebaliknya, dia sayank sama Loly Shel, tolong kamu jaga perasaan mereka dan jaga perasaan ini” ucap Kevin panjang lebar, akan tetapi Shela hanya terdiam dan memilih untuk menghindar dari Kevin.

Usai dari menjenguk Ryan 3 hari kemudian Ryan telah masuk sekolah. Setibanya mereka disekolah tidak seperti biasa, persahabatan yang mereka jalani saat ini justru semakin jauh dan semakin bertubi-tubi masalah yang datang melanda. Hingga Indah merasa bosan dan memilih keputusan unttuk menyatukan teman-temannya lagi dengan caranya.

Saat istirahat tiba Indah menghampiri Loly yang sedang berada diperpustakaan. Indah mengajak Loly untuk ke taman, dan tenyata ditaman sedang ada Ryan. Loly sempat ingin menolak, tetapi Indah terus memaksanya. Loly dan Indah duduk tepat disebelah Ryan. Indah pun memulai misinya. “Ryan? Loly?” Indah menyapa mereka “apa..” jawab mereka bersamaan. “ada yang mau aku omongin ke kalian berdua” kata Indah penuh bimbang “apa Ndah? Omongin aja, aku dengerin kok” jawab Ryan, “Lol, sebelumnya aku minta maaf ya, aku cuma pengen persahabatan kita kayak dulu lagi”, sambung Indah “iyya Ndah, omongin ajja” jawab Loly “Ryan sebenarnya Loly iu sayang banget sama kamu, aku juga tau kamu juga sayang sama Loly. Nahh sekarag kalian bicarakan berdua aja ya, aku masih ada urusan” ujar Indah sambil meninggalkan Ryan dan Loly berdua. Ryan dan Loly pun saling jujur dan mereka akhirnya bersahabatan seperti dulu lagi, etapi sekarang Ryan dan Loly telang menjaga perasaan masing-masing.

Disisi lainnya Indah menemui Shela dan mengajaknya untuk bertemu Kevin. Setelah mereka berdua dipertemukan terjadilah pertentangan. Sama seperti Loly dan Ryan akhirnya Kevin pun menyatakan perasaannya terhadap Shela, akan tetapi Shela justru sebaliknya. Ia tidak memiliki perasaan yang sama seperti Kevin. Dengan dingin hati Kevin pun menerima keputusan Shela. Tetapi mereka masih berteman seperti dulu lagi.

Waktu pun berjalan lama, hingga suatu hari Indah mengalami sakit yang begitu parah, ia diagnosa dokter terkena penyakit Kanker Otak. Indah menutupi menyakit itu dari teman-temannya, “kamu sakit apa sih Ndah?” Tanya Loly, “kata dokter aku Cuma kecapean kok, kalian gak usah kuatir, aku gakpapa J” Indah terus menutupi penyakitnya. “kalau kamu sakit kamu cerita kekita-kita Ndah, ya siapa tau kita bisa bantu”, sambung Shela “enggak Shel, aku gakpapa”. Teman-teman Indah pun percaya kepadanya.

Hingga beberapa hari kemudian, Indah pun diperbolehkan pulang oleh dokter. Tetapi Indah harus mengurangi aktivitas yang berat-berat dan tidak boleh banyak fikiran. Indah pun terdiam “bagaimana teman-temanku nanti jika mereka tau penyakitku?” ucap Indah dalam hati. Lalu Indah dijemput orang tua dan teman-temannya untuk mengantarnya pulang kerumah. “aku kangen rumah maa, capek dirumah sakit” ujar Indah kepada mamanya. “ia Ndah, ini kita mau pulang kok” Jawab mama Indah dengan penuh senyuman.

Indah pun tiba dirumahnya. Iatersenyum sambil meneteskan air mata. “kamu kenapa Ndah? Kok nangis?” Tanya kevin, “aku gakpapa kok Vin” jawab Indah menghapus air matanya.  “ayo Ndah cerita”  Paksa kevin kepada Indah “aku benar benar gak papa kok kevin,percaya sama aku donk kevin”  Jawab Indah kepada kevin dengan penuh seyuman “tapi aku kurang percaya sama kamu Ndah” khawatir Kevin “aku hanya kangen rumah aja Kevin” Lembut indah memasuki setiap ruangan dirumahnya.

Keesokan harinya Indah masuk sekolah dan disambut meriah oleh teman-temannya disekolah. Indah begitu bahagia, ia kembali meneteskan air mata saat memandangi setiap sisi sekolahnya. “sudah sembuh Ndah?” Tanya Shela kepada Indah. “Alhamdulillah sudah agak baikan kok Shel” Jawab Indah kepada Shela “Tapi ko nangis si Ndah” Khawatir Shela kepada Indah “sungguh aku benar-benar gakpapa Shela” Jawab Indah yang menyakinkan Shela. “Selamat kembali di sekolah yaa Indah” Kata Loly sambil membawakan Bunga untuk Indah “makasih yaa sayang Loly” Jawab Indah senang. Semua sekolah memberikan Indah hadiah atas kesembuhan Indah “Kalian semua gak usah repot-repot,aku gakpapa aku juga gak sakit apa-apa” Sambil menerima Hadiah-hadiah yang di berikan oleh teman-temannya.

Sebulan kemudian,sakit indah semakin parah.Pada suatu hari di kelas,saat ulangan harian tiba-tiba Indah mimisan,sehingga kertas ulangannya bercucuran dengan darah.Lalu Indah meninggalkan kelas tanpa izin,dia berlari menuju ke toilet. tiba di toilet indah langsung membersihkan hidung nya yang mengeluarkan darah,namun belum sempat ia bersihkan , Indah merasa pusing dan seketika itu Indah pingsan,tubuhnya tergeletak di lantai toilet. Shela pada saat iu tiba-tiba izin buang air kecil, ia pergi menuju toilet.

Setibanya Shela ditoilet, ia begitu terkejut melihat Indah tergeletak dilantai toilet. Shela langsung mengabari teman-teman yang lain. Indah pun dibawa ke UKS oleh temannya. Mereka membersihkan darah Indah. Indah pun tersadar “aku dimana?” Tanya Indah, “kamu kenapa Ndah? Kok pingsan?” Tanya Ryan, “aku gakpapah kok, cuma kecapekan aja agak pusing” jawab Indah, “terus kenapa kamu mimisan?” sambung Loly, “ya mungkin efek dari pusing tadi” jawab Indah yang terus menutupi penyakitnya. Orang tua Indah tiba-tiba dating, ernyata pada hari itu waktunya Indah untuk Kemoterapi “Indah! Kamu kenapa?” Tanya papa Indah, “tadi aku pusing terus pingsan pah, tapi sekarang udah agak enakan kok” jawab Indah dengan tenang, “kita kerumah sakit yokk Ndah” ajak mama Indah, “iyya ma, ayokkk” jawab Indah, “kenapa harus kerumah sakit tante? Kan Indah cuma mimisan biasa?” Tanya Shela penesaran, sebelum mama Indah menjawabnya Kevin menjawab dengan tegas “ya biar Indah bisa dipriksa lebih lanjut sama dokter”. “iyya, kamu benar Kevin” jawab mama Indah dengan penuh senyuman.

Setibanya dirumah sakit, Indah langsung ditangani oleh dokter. Indah langsung menjalani kemoterapi. Dan setelah menunggu lama, kemoterapi pun selesai. Dari hasil kemoterapi Indah ternyata telah stadium 4. Betapa terkejutnya orang tua Indah mendengar kabar tersebut, akan tetapi Indah masih bersikukuh agar keadaannya tidak diberitahukan keteman-temannya. “maa, paa, tolong yaa jangan beritahukan keteman-temanku tentang keadaanku saat ini, aku gak pengen mereka ikut sedih setelah baru beberapa hari mereka damai dan berbahagia” ucap Indah meminta tolong kepada orang tuanya.

Setelah Indah pulang dari rumah sakit, rambutnya sangatlah tipis. Efek kemoterapi rambut Indah rontok begitu banyaknya. Indah pun memutuskan untuk memakai kedurung, “maa, tolong yaa ganti seragam sekolahku dengan seragam yang panjang, karna aku ingin memakai kerudung untuk menutupi rambuku yang semakin hari semakin habis” ujar Indah memohon kepada mamanya, “Iya anakku saying, akanku turuti semua permintaan mu” jaawab mama Indah sambil memeluknya.

Indah pun masuk sekolah kembali dengan. Pagi hari teman-teman Indah daang kerumahnya untuk berangkat bersama. Teman-teman Indah sangat begitu kaget melihatt Indah berpakaiaan tertutup dengan wajah yang begitu pucat. “kamu kesambet apa Ndah?” Tanya Kevin, “ahh apaain sihh kamu ini Vin, aku gak kesambet apa-apa kok, yaa cuma pengen ajja” jawab Indah sambil menarik napas dalam-dalam “kamu ini sakit apa tohh Ndah?” Tanya Shela yang semakin curiga, “aku gak sakit apa-apa Shel, ayok sudah kita berangkaat sekolah, ntar telat lagi” jawab Indah dengan memotong pembicaraan.

Sebulan kemudian Indah sangat begitu parah. Penyakinya sudah tidak dapat ditolong lagi. Hingga pada saat ulangan semester 2 tepat dikelas XI ia menghembuskan nafas terakhirnya diruangan kelas. Teman-teman Indah yang tidak mengetahui kedaan Indah pada saat itu, karena mereka tidak satu kelas. Setelah Indah dikeluarkan dari ruangan teman-teman Indah baru tau,  dan langsung mengabari orang tua Indah. Orang tua Indah dengan seketika langsung tiba di sekolahan Indah dengan menangis dengan tergesa-gesa. “tante, sebenarnya Indah itu sakit apa sih? Kok bisa sampek kyk gini?” Tanya Loly yang sedang memeluk mama Indah, “dia itu kena Kanker Otak Lol” jawab mama Indah, “kenapa Indah gak pernah cerita tan?” lanjut Loly, “Indah bilang dia gak mau melihat kalian sedih, dan sebelum Indah pergi dia sudah menittipkan surat ini buat kalian” jawab mama Indah sambil mengasihkan surat itu kepada teman-teman Indah. Setelah teman-teman Indah membacanya, sungguh terkejutnya mereka. Begitu mulianya pengorbanan Indah demi persahabatan mereka hingga dia tidak memikirkan keadaannya.

Indah akhirnya dikuburkan di TPU settempat. Orang tua dan teman-teman Indah tidak dapat menahan tangis ketika sahabat yang dicintainya dikubur ditanah. Dan pada akhirnya mereka sekarang hanya tinggal ber-4 Indah telah tiada, dan Loly dengan Ryan telah memiliki hubungan yang serius, begitu pun dengan Shela dan Kevin. Mereka hidup bahagia dan Indah pun bisa tenang di sana.

Amanat :

Didalam cerpen arti sahabat ini kita dapat memetik amanat bahwa jagalah perasaan sahabat kalian, dan janganlah hancurkan persahabatan yang telah kalian jalani hingga kapan pun. Pacar boleh ganti sahabat tetap dihati. Jangan pernah sia-siakan pengorbanan sahabat kalian.


Karya :

- July Estania (Kelas 8E)

- Niken Nurfauziah (Kelas 8E)

- Nur Laila Eka Wati (Kelas 8E)

- Riski Noor Amelia (Kelas 8E)



Pengirim : July Estania, Niken Nurfauziah, Nur Laila Eka Wati, dan Riski Noor Amelia


Share This Post To :

Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Komentar FB
Komentar Standar

Komentar Melalui Facebook :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas